“Torang Bekeng Bae’” Bukan Sekadar Slogan: Kritik atas Pembatasan Keterlibatan Kaum Waria dalam Perayaan Kemerdekaan
Tulisan ini Bentuk Respon Positif Totok Bachtiar, Saat diwawancarai Oleh Para Awak Media Slogan “Torang Bekeng Bae’” bukan sekadar rangkaian kata yang indah di telinga masyarakat Gorontalo. Ia lahir dari nilai-nilai kekerabatan, solidaritas, dan kebersamaan yang telah mengakar dalam budaya lokal selama ratusan tahun. Slogan ini kerap menghiasi spanduk, baliho, dan panggung-panggung acara pemerintahan maupun masyarakat, khususnya di momen-momen penting seperti Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam makna yang paling sederhana, ia mengajak setiap warga untuk saling merangkul tanpa membeda-bedakan suku, agama, status sosial, ataupun latar belakang. Namun, beberapa waktu lalu, makna luhur tersebut diuji. Pemerintah Kota Gorontalo menerbitkan surat edaran resmi yang melarang keterlibatan kaum waria (transpuan) dalam berbagai kegiatan perayaan HUT RI tahun ini — mulai dari pawa...