Penerapan Nilai Sosialisme Kader IPDDJ Terhadap Korban Banjir Masamba

  Pandemi covid 19 belum berakhir, akan tetapi kini penderitaan masyarakat Indonesia bertambah, khususnya pada masyarakat kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia. Yang dimana tepat pada tanggal 13 Juli 2020 telah dilanda banjir bandang yang tentunya  menimbulkan dampak kerugian yang sangat besar. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan masih banyak lagi yang lainnya, mana lagi mayat-mayat yang belum ditemukan sampai sekarang. 

     BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi  dan Geofisika) mengatakan bahwasanya "bencana alam ini terjadi dikarenakan dua faktor meteorologis utama yakni: yang curah hujan yang sangat tinggi dan pertumbuhan awan Comulinimbus atau  CB."    

     Karena dampak bencana yang ditimbulkan cukup besar maka dibutuhkan banyak sumbangsi dari seluruh masyarakat Indonesia. Dan pada akhirnya banyak aliansi Pemuda, kelompok-kelompok, ormawa kampus, himpunan, ikatan, dan organisasi besar ataupun kecil yang turut membantu penderitaan mereka. Hal ini  menunjukkan bahwasanya, Rasa Peduli, sosialisme, persatuan, yang ada pada diri mereka masih ada. Sehingga berbagai cara pun dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah mengalami penderitaan pada saat ini, tepatnya keluarga-keluarga kita yang ada di Masamba.

     Ada yang melakukan penggalangan dana di jalan, flyover, lampu merah, pertigaan, rumah-rumah, masyarakat, bahkan secara digital pun mereka lakukan dengan cara menyumbangkan 10 poin untuk program donasi peduli banjir Masamba WowKeren.

     Hal yang sama pun dilakukan oleh para kader-kader IPPDJ (Ikatan Pemuda peduli Desa Jombe), dengan rasa Peduli, sosialisme dan persatuan yang di tanamkan di hati mereka, Mereka pun turut mengambil bagian Untuk meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita yang ada di MASAMBA.


     Ya, IPPDJ memang merupakan organisasi baru yang merupakan organ sayap daripada Karang Taruna Empo Sipitanggarri Desa Jombe. Akan tetapi dengan semangat persatuan hubungan dan komunikasi yang terjalin dengan baik antara Ketua, pengurus, dan anggota anggota IPPDJ, membuat mereka tak mau ketinggalan untuk sama-sama mengambil bagian dalam membantu saudara-saudara kita yang tengah mengalami kesulitan. 

     Sesuai dengan nama organisasi IPPDJ Ikatan Pemuda Peduli menandakan bahwasanya, adanya kemauan pemuda untuk membangun satu kelompok yang memang tujuan utamanya adalah "melahirkan dan menumbuhkembangkan rasa Peduli dan sosialisme sesama Masyarakat" , khususnya masyarakat desa Jombe sendiri. 

     Di bawah kepemimpinan saudari Rismawati , saat ini  IPPDJ melakukan gerakan "1 holster 1 house (satu sarung satu rumah) " dan juga bantuan donasi terhadap korban banjir di Masamba. Gerakan yang seperti ini pula bukan gerakan yang pertama kalinya dilakukan oleh teman-teman IPPDJ. Sebelumnya IPPDJ, Karang Taruna, ibu-ibu PKK pun sempat bekerja sama untuk memberikan donasi terhadap korban banjir yang ada di desa Ramba, Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto.

   Saya rasa kegiatan seperti ini lah yang hendaknya perlu di lakukan oleh pemuda-pemuda Indonesia selaku Generasi Penerus Masa Depan Bangsa, serta generasi yang BAPER ( BAWA PERUBAHAN ). 

Penulis : FAJAR MUHARRAM 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Torang Bekeng Bae’” Bukan Sekadar Slogan: Kritik atas Pembatasan Keterlibatan Kaum Waria dalam Perayaan Kemerdekaan

Grand Line Pendidikan: Menemukan ‘One Piece’ dalam Dunia Belajar"

I Makdi Daeng Ri Makka: Sosok Calon Raja Yang Terlupakan