Postingan

Menampilkan postingan dengan label PEMUDA dan MAHASISWA

PMII DAN Gerakan Merawat Tradisi lokal

Berbicara tentang tradisi lokal maka kita pasti sudah cukup tahu bahwa terdapat nilai yang harus di amalkan dan dirawat oleh genrasi muda. Mengapa demikian, sebab tradisi lokal merupakan warisan  budaya dan juga merupakan bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Budaya sendiri biasanya sering kali kita dengar segala sesuatu yang berhubungan dengan peninggalan dari nenek moyang kita, yang dimana bisa saja bersifat sakral dan ataupun berbentuk biasa saja namun, memiliki value yang sangat berharga sehingga perlu di lestarikan.  Sering kali budaya juga merupaka hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan warga sehari-hari. Biasanya juga budaya ada yang bersifat keagamaan, permainan, dan lain sebagainya. Contohnya budaya Dikili pada momentum isra’dan mi’raj yang ada di wilayah Gorontalo. Dikili sendiri awalnya berasal dari kata Dzikir, karena masyarakat Gorontalo dulu yang susah dalam menyebutkan kata R dan S maka yang kata Dzikir di ganti dengan kata Dikili. Dikili sendiri merupa...

Menyoal permasalahan Anak muda saat ini "Anak muda dan Degradasi nya (APA?) dalam kehidupan".

Gambar
Berbicara mengenai anak muda pastinya kita tidak akan lepas dengan banyak paradigma, sudut pandang dan semacamnya. Ada yang bilang anak muda itu adalah tempatnya orang-orang yang nakal, hedon, malas, manja, kreatif, pekerja keras, dan masih banyak lagi STEREOTYPE yang di alamatkan kepada mereka. Presiden RI pertama pernah mengungkapkan bahwa anak muda merupakan penerus generasi masa depan bangsa. Salah seorang conten creator makassar yang kerap di sapa kakak Rijal (Rijal Djamal), MENGATAKAN jikalau ingin merusak bangsa Indonesia hanya satu caranya, yakni serang lah, rusak lah anak-anak mudanya.  Pandangan lain misalnya Rhoma Irama yang mengatakan bahwa pemuda adalah sekelompok orang yang identik dengan masa yang penuh semangat ( berapi-api), Sementara menurut Koentjaraningrat (1997), pemuda adalah suatu fase yang berada dalam siklus kehidupan manusia, dimana fase tersebut bisa kearah perkembangan atau perubahan. Sama halnya dengan pandangan Taufik Abdullah (1974)...

kini ku panggil kau dengan Kartini ku

Gambar
Sosok Raden Ajeng Kartini yang cerdas, independen, dan cukup rebellious pada zamannya membawa inspirasi bagi banyak wanita di Indonesia - bahkan dunia - hingga kini. Lahir dari keluarga bangsawan Jawa, dan tumbuh menjadi perempuan berani yang menjadi inspirasi bagi perempuan lain. Semua pemikiran Kartini yang dicurahkan dalam surat-suratnya telah dihimpun dalam sebuah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Berangkat dari kehidupan sebagai seorang putri bangsawan yang penuh beragam aturan kaku. Semua keadaan ini mengharuskan Kartini untuk melawan agar bisa bebas dari aturan-aturan yang menekannya.  Secara perlahan Ia meningkatkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan melalui pendidikan, sehingga Ia berinisiatif untuk mendirikan sekolah perempuan. Tak hanya itu, Ia juga pernah membentuk suatu gerakan untuk kebebasan dan pengembangan penuh bagi perempuan. Mengapa ini harus Ia lakukan? Sebab kaum perempuan harus memiliki pemikiran yang cerdas dan cara pandang yang ...

Pemuda Adalah Garda Terdepan Sebagai Pelestari Kebudayaan Setempat

Gambar
Saya dilahirkan dari keluarga yang dibesarkan di daerah yang pada umummnya, sangatlah begitu menjungjung tinggi rasa Gotong royong sebagai simbol kerukunan, keharmonisan dan kekeluarga bagi masyarakat desa jombe. Ya desa jombe, itulah nama desa tempat saya dibesarkan, desa yang memiliki masyarakat yang ramah,ceria, dan pastinya pandai. Desaku ini juga sangat memiliki banyak kebudayaan  yang unik-unik, Baik dari segi pernikahan, acara kematian, dan masih banyak lagi. Ada banyak hal yang unik dari desaku ini, dan saya merasa senang sekali bisa di besarkan di tengah masyarakat yang menjungjung tinggi rasa gotong royong dan kerja sama seperti ini. Awalnya banyak sekali budaya yang sempat dilestarikan didesaku ini. Ya, walaupun pada akhirnya  banyak budaya yang tengah hilang dan tak terjaga lagi . Ini mungkin di karenakan  perkembangan zaman yang sangat pesat, dan mungkin juga tidak ada lagi yang ingin melestariknnya. Akan tetapi  itu bukanlah alasan ku untuk ...

Cerita Di Balik Ijazah Swasta.

Gambar
   Sekolah swasta ataupun negeri bukanlah menjadi penentu dalam meraih cita-cita, kesuksesan, dan juga bukan sebagai penentu apakah kita bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri atau pun tidak. Sebab bagi kami, para alumni angkatan ke-3 MA BABURRAHMAN JOMBE, kami berfikir semua sudah di atur oleh Yang Maha kuasa atas segala apa yang ada pada hamba - hambanya. Ya , kami memang berpemikiran konyol, hahahah, kami hanya bisa bergantung kepadanya, sebagai tempat pemberi pintu resky kepada kami semua.    Ya, inilah kami, yang kata orang-orang banyak sih, diantara puluhan siswa dan siswi yang ada di sekolah kami, terlebih khusus di angkatan kami, pasti susah untuk bisa kerja lah, susah mau kuliah di negeri lah, inilah, itulah, dan masih banyak lagi. Why????  Mengapa ya??? sebab mindset nya orang-orang pada saat itu adalah mereka memandang ijazah. yang katanya sih, jikalau ijazah nya negeri pasti mudah deh dapat kerjanya, gampang deh ngurus k...

Penerapan Nilai Sosialisme Kader IPDDJ Terhadap Korban Banjir Masamba

Gambar
  Pandemi covid 19 belum berakhir, akan tetapi kini penderitaan masyarakat Indonesia bertambah, khususnya pada masyarakat kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia. Yang dimana tepat pada tanggal 13 Juli 2020 telah dilanda banjir bandang yang tentunya  menimbulkan dampak kerugian yang sangat besar. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan masih banyak lagi yang lainnya, mana lagi mayat-mayat yang belum ditemukan sampai sekarang.       BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi  dan Geofisika) mengatakan bahwasanya "bencana alam ini terjadi dikarenakan dua faktor meteorologis utama yakni: yang curah hujan yang sangat tinggi dan pertumbuhan awan Comulinimbus atau  CB."          Karena dampak bencana yang ditimbulkan cukup besar maka dibutuhkan banyak sumbangsi dari seluruh masyarakat Indonesia. Dan pada akhirnya banyak aliansi Pemuda, kelompok-kelompok, ormawa kampus, himpunan, ikata...